Ini adalah blog lama dan untuk fallback.
Klik disini untuk menggunakan blog terbaru.

BAJU HITAM






"Setiap orang dapat dengan bijak dalam mengambil setiap keputusan-keputusan dalam hidupnya, Seharusnya kita mampu berfikir bahwa hasrat yang terlalu berlebih terhadap sesuatu dapat merusak mental serta citra kita. Selalu lah bersikap biasa-biasa saja dalam hal apapun, entah itu cinta, komunikasi, hobi, berteman dan lain sebagainya, sebab semuanya akan berlalu dan memang tidak ada yang mesti dipaksakan, dan setiap segala sesuatu yang dipaksakan tidak layak untuk diperjuangkan."
Oleh Budiman

"Setiap orang dapat dengan bijak dalam mengambil setiap keputusan-keputusan dalam hidupnya, Seharusnya kita mampu berfikir bahwa hasrat yang terlalu berlebih terhadap sesuatu dapat merusak mental serta citra kita. Selalu lah bersikap biasa-biasa saja dalam hal apapun, entah itu cinta, komunikasi, hobi, berteman dan lain sebagainya, sebab semuanya akan berlalu dan memang tidak ada yang mesti dipaksakan, dan setiap segala sesuatu yang dipaksakan tidak layak untuk diperjuangkan."

       Baju Hitam, begitulah ia akrab disapa. Pemuda itu sempat hilang kabar, orang-orang terdekatnya pun tidak ada yang mengetahui keberadaannya, dia tiba-tiba lenyap seolah ditelan bumi. Konon kabar kehilangannya itu selalu dikait-kaitkan dengan salah seorang perempuan yang memiliki keyakinan akan Tuhan yang berbeda dengannya, perempuan itu dikenalnya sejak waktu masih berkuliah di kampus Universitas Al-Asyariah Mandar (UNASMAN) pada tahun 2017, perempuan itu bernama Resky yang kemudian diberi nama Switer Pink oleh si Baju Hitam.

    Switer Pink merupakan sosok perempuan yang diyakini sebagai manifestasi bidadari dari surga oleh Baju Hitam. Meskipun memiliki keyakinan yang berbeda mengenai Tuhan, namun tidak dengan surga, jadi perempuan itu tetaplah merupakan sosok penjelmaan bidadari dari surga, titik. Pada suatu waktu, Baju Hitam tidak dapat lagi mengontrol diri untuk tidak mengungkapkan perasaan yang selama ini dipendamnya rapat-rapat, setelah pengungkapannya itu mendapat balasan, barulah ia sadar bahwa mencintai tidak harus memiliki. 

    Apakah setelah menerima penolakan itu lantas ia menjadi bodoh, stres, gila, atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan akal sehat, tidak. Baju Hitam justru mendapatkan pengetahuan dan pembelajaran yang dapat merubah hidupnya baik dari cara berfikir maupun bertindak. Pembelajaran yang didapatnya setelah menerima penolakan adalah bahwa setiap orang berhak memiliki perasaan kepada siapa saja yang ia kehendaki, namun setiap orang juga harus memiliki kesadaran bahwa orang lain juga memiliki hak untuk menentukan pilihannya. 

    Seharusnya setiap orang dapat dengan bijak dalam mengambil setiap keputusan-keputusan dalam hidupnya, contoh sederhananya adalah ketika laki-laki maupun perempuan yang perasaannya telah tertolak, ia seharusnya tidak memaksakan agar perasaannya dapat diterima. Seharusnya kita mampu berfikir bahwa hasrat yang terlalu berlebih terhadap sesuatu dapat merusak mental serta citra kita. Selalulah bersikap biasa-biasa saja dalam hal apapun, entah itu cinta, komunikasi, hobi, berteman dan lain sebagainya, sebab semuanya akan berlalu dan memang tidak ada yang mesti dipaksakan, dan setiap segala sesuatu yang dipaksakan tidak layak untuk diperjuangkan. 

    Dalam kejadian tersebut Baju Hitam telah menerapkan prinsip hidup ala Stoic yang mengatakan bahwa hidup sesuai dengan alam. Yang berarti kita harus memahami bahwa banyak hal dalam hidup ini yang tidak dapat kita kendalikan. Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah menerima kenyataan ini. Semua ambisi pada akhirnya akan sirna sembari berlalunya waktu, entah itu ambisi untuk mendapatkan Switer Pink, ambisi untuk bisa menaklukkan puncak Latimojong, Bawakaraeng dan Rinjani, serta ambisi dapat berlari menggunakan pace tiga (3.)

Seperginya Baju Hitam

    Dibangunkannya oleh salah seorang penumpang ketika kapal yang dinaikinya telah bersandar di pelabuhan, sebuah kota baru, tempatnya kini si Baju Hitam akan menjawab rahasia-rahasia pertanda yang telah Tuhan berikan, "serasa berada di kampung sendiri" Ucapnya membatin ketika mengamati disekitar serta menghirup udara segar yang masih asing bagi sel-sel tubuhnya. Baru saja ia tiba, mata Baju Hitam langsung tertuju pada salah seorang perempuan berambut panjang yang diikat nya dengan pengikat berwarna hitam. 

    Kode alam pertama yang didapat setibanya di kampung asing itu memberinya pertanda keberuntungan bahwa jelas di tempat tersebut terdapat kehidupan. Tuhan memang telah menuntunnya melalui pertanda yang ada diseluruh jagad raya ini, perempuan tersebut jelas merupakan pertanda bahwa Baju Hitam tidak sedang tersesat, kalaupun ia tersesat maka itu tidak jadi masalah, karena tersesat bertemu dengannya merupakan sebuah anugerah, begitulah kira-kira yang ada dipikiran si Baju Hitam. 

    Seolah memiliki kemistri yang sama, perempuan itu menoleh dan terjadilah saling pandang. Perasaan kian nyaman mulai dirasakan Baju Hitam, tatapan matanya begitu tajam menikmati apa yang sedang dilihatnya, begitu pula siwanita itu. Ada rasa yang sukar mereka gambarkan pada masing-masing hati, rasa yang seolah-olah hadir pada masa-masa yang begitu jauh diwaktu lampau, apakah mereka memang pernah akrab dimasa lampau pada dimensi yang lain? Atau apa mungkin mereka adalah pasangan yang telah ditakdirkan. 

    Tidak ada yang namanya kebetulan, begitulah yang memang terjadi, mereka bertemu karena sejak awal mereka memang telah merencanakan tujuan, si Baju Hitam memang sedang berkelana dan perempuan itu hanya sekedar menikmati keindahan laut disekitar pelabuan itu. Di tangan kiri perempuan itu memegang HP dan di tangan kanannya memegang botol minuman, ya, sebuah kebiasaan hampir setiap orang ketika sedang menikmati keindahan, entah itu di pantai, gunung dan tempat-tempat indah lainnya. 

    Belum tahu kemana Baju Hitam akan pergi, ia memutuskan mencoba mendekati perempuan itu. Perempuan itu sebenarnya sadar bahwa lelaki Baju Hitam itu terus memperhatikan dan sedang menujunya. "Maaf kak saya gangguki?" Ucap Baju Hitam dengan ramah dan tenang, "oh iya gak papa kok, kenapa, ada yang bisa aku bantu?" Jawab perempuan itu ramah dan sedikit tersenyum, "maaf kak, kampung apa namanya ini?" Tanya Baju Hitam, "Balikpapan kak," Jawabnya yang mulai asik dengan sebutan kakak. 

    Nampak tidak ada yang terasa seolah-olah asing diantara mereka. Percakapan mereka mulai semakin melebar hingga pada kebiasaan apa yang mereka lakukan diwaktu-waktu tertentu selama 24 jam, ada tiga (3) persamaan yang mereka miliki yaitu senang jogging diwaktu sore, membaca dan menulis ketika malam. Bukan sebuah kebetulan, lagi-lagi pertanda yang diberikan alam telah menuntun mereka untuk bertemu. "Kakak sendirian aja?" Tanya Baju Hitam, "iya, sekedar menikmati keindahan sembari berupaya melupakan masalah-masalah yang terjadi di kepala," Jawab perempuan itu sembari menghela nafas lega. 

    Masalah memang akan selalu ada sebab masalah merupakan bagian yang tidak terpisah dari kehidupan setiap orang, tanpa masalah hidup tidak akan berwarna, tanpa masalah hidup tidak akan memiliki arti, tanpa masalah hidup tidak akan diperjuangkan, intinya bahwa masalah merupakan bagian penting dalam hidup setiap orang, dan masalah tidak akan selalu menjadi masalah jika masalah itu diselesaikan, bukan didiamkan atau dibiarkan begitu saja. Warna laut kian keemasan akibat pancaran sinar matahari yang mulai terperosok ke arah barat. 

    Mereka akhirnya saling berkenalan setelah lama asik tercandu dalam perbincangan, Perempuan itu bernama Marsya, ia bekerja disalah satu cafe n resto yang bernama Roti Tiam, yang jaraknya kira-kira kurang dua puluh kilo meter dari tempat mereka sekarang, dan pemuda berbaju Hitam Itu memiliki nama asli Budiman, namun ia lebih akrab disapa Baju Hitam. "Oo Budiman ya, gimana kalau aku panggil kamu Areksa aja, soalnya agak mirip sama Areksa Dirgantara, laki-laki pemeran utama dalam novel yang baru-baru ini aku baca," Ucap Marsya sambil tersenyum yang terlihat begitu menikmati kebersamaannya dengan Budiman, lelaki yang sekonyong-konyong namanya diganti menjadi Areksa. 

    "Hmm, ok baiklah, panggil saja sekehendakmu asal jangan yang aneh-aneh, hehe" Jawab Budiman yang seketika menjadi Areksa, "keren juga nama baruku," Ucapnya membatin. (Areksa) merupakan judul sebuah novel best seller dan sangat populer dikalangan remaja karena kisah romantismenya yang mengangkat kisah percintaan anak SMA, dikisahkan bahwa Areksa merupakan sosok lelaki yang tampan, bijaksana dan keras sekaligus menakutkan. Ia adalah seorang ketua OSIS di SMA Taruna Bakti sekaligus wakil ketua dari Diamond Gang. 

    "Asalnya dari mana memang?, aku liat kode plat motornya DC," "dari Sulawesi Barat kak, tepatnya di Polewali Mandar (POLMAN,)" jawab Areksa. Beginiya Areksa, kamu gak usah panggil aku kakak, cukup panggil sesuai namaku aja, Marsya, ok, dan aku akan memanggilmu Areksa. Mereka kemudian berlalu pergi menuju pantai yang keindahannya nomor satu se-Balikpapan, Marsya menuntun jalan karena Areksa merupakan orang asing yang baru saja tiba. Hanya butuh waktu kurang dari 20 menit mereka akhirnya tiba, motor mereka diparkirnya dengan rapih. Mereka berjalan sejajar melewati beberapa kerumunan orang yang sekiranya memiliki tujuan yang sama yaitu menikmati keindahan pantai disore hari. 

    Angin mulai berhebus menerpa rambut Marsya yang telah terurai, "sungguh kombinasi yang pas untuk menikmati keindahan wajahnya," Ucap Areksa membatin. Pantai memang selalu menjadi tempat yang pas untuk menenangkan hati dan pikiran. _Bahkan di dalam buku saya pernah membaca bahwa menatap laut merupakan suatu ibadah_ mereka berjalan menyusuri tiap sisi tempat itu, terdapat juga helipad yang membuat tempat itu semakin menarik, selain luas tempat itu juga ramai pengunjung, sebuah tempat yang pas untuk menikmati waktu luang bersama orang-orang terkasih. Keduanya memang baru pertama kali bertemu, namun ada sebuah kesadaran yang masing-masing dialami, yakni kesadaran akan pengalaman rasa bahwa meraka pernah dekat dimasa lalu. 

Bersambung

Penulis: 
Budiman

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Cerita yang menarik. Paragraf demi paragraf sungguh mengundang rasa penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya. Semoga segera ada lanjutannya 😅

    BalasHapus