Ini adalah blog lama dan untuk fallback.
Klik disini untuk menggunakan blog terbaru.

Setiap Orang Adalah Filosof

Pandangan seseorang, menyatakan bahwa filsafat adalah bagian dari dirinya. Secara meluas menganggap bahwa prinsip-prinsip yang penting dalam kehidupan seseorang untuk memandu kehidupannya. Mengasumsikan bahwa prinsip ideal yang digunakan sebagai poros dalam berfikir, bertutur dan berprilaku.

Namun banyak pula orang mengatakan bahwa tidak ada gunanya belajar filsafat, dan beranggapan bahwa berfilsafat hanya membuang-buang waktu, untuk bermain kata-kata. Sementara itu bagi orang-orang yang hanya mencicipi filsafat sedikit atau hanya sebagai komentator, mungkin filsafat akan terasa sangat sulit.

Tidak banyak orang berani mengambil jalan filsafat, banyak kebenaran yang diterima begitu saja. sebagai contoh adalah kekerasan, banyak yang menyakini bahwa tindakan kekerasan adalah sebuah kesalahan, namun pernahkah seseorang bertanya kenapa tindakan kekerasan itu adalah kesalahan?, apa dasar sehingga kekerasan itu salah?.

Harus di akui sebagian besar keyakinan hidup di berbagai ranahnya tidak menerima dasar rasional yang kuat. Disini peran filsafat, tidak hanya membantu kita untuk mengkritisi prasangka dalam hidup. Namun, juga dapat membantu menemukan kejelasan atas kepercayaan dalam kehidupan.

Sebenarnya apa sih filsafat itu?, pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tidak mudah, tapi secara sederhananya bahwa filsafat merupakan segala sesuatu yang di lakukan para filosof terdahulu. Ini agak mengerikan. Apalagi untuk orang yang baru memulai mempelajari filsafat. 

Kata filsafat juga sering digunakan secara meluas dari kalangan manusia, dengan menjadikan pikiran mereka sebagai pandangan hidup ataupun prinsip ideal setiap manusia. Pengertian ini mengasumsikan bahwa setiap orang memiliki pikiran ideal sebagai poros dalam berfikir, bertutur dan berprilaku. Lalu kemudian memunculkan istilah baru bahwa setiap orang adalah filosof.

Cara lain untuk menjawab pertanyaan seputar filsafat, Dengan mengutip cerita pythagoras. Ketika ia di datangi seseorang yang bernama Leon, lalu bertanya tentang pekerjaannya. Mengatakan bahwa ia adalah seorang filosof dalam arti "a lover of wisdom". Atau dalam artian bahwa Pythagoras adalah seorang pecinta kebijaksanaan.

Dapat juga dijelaskan Secara harfiah, bahwa filsafat adalah cabang ilmu yang memiliki akar kata "Philo" dan "Shopia". Dimana Philo merupakan cinta, dan Shopia artinya bijaksana. Jika di hubungkan dengan seorang filsuf yang bernama pythagoras, maka dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah kajian ilmu yang mempelajari cinta dan bijaksana.

Perihal membicarakan filsafat, manusia adalah satu-satunya makhluk yang menyadari keberadaannya serta mempertanyakan asal muasal kejadian dirinya, berbeda dengan penghuni bumi lainnya. Seperti hal nya animal rationale, binatang yang berakal Budi, binatang yang berfikir.

Dengan akal budi, dan hasrat untuk memahami keberadaan dirinya. Manusia kemudian memunculkan pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai dirinya, siapa sebenarnya aku?, mengapa aku ada di muka bumi? Atau jangan-jangan dirancang oleh sesuatu diluar diriku?. Dan seterusnya sampai beribu-ribu pertanyaan dapat muncul dalam pikiran.

Maka, manusia pun memulai petualangannya dalam filsafat. Lebih jauh dari petualangan yang dilakukan oleh para filosof, sebenarnya tidak hanya membaca dan mempelajari filsafat. Siapapun yang berfilsafat akan melakukan refleksi rasional dan radikal terhadap hidup dan kehidupan seseorang. 

Filosof juga sebenarnya manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan-kesalahan, namun banyak orang juga tidak menoleransi apa yang menganggap bahwa yang dikatakan itu salah. Sehingga mereka yang berpandangan bahwa filsafat itu "sesat", padahal jika dilihat dari mental para filosof terdahulu, dapat dikatakan bahwa mereka juga akan sangat gembira jika ada yang dapat mengajak untuk berdialog. Bahkan para filosof akan sangat gembira jika ada yang dapat meluruskan pendapat secara sistematis dari orang-orang yang memiliki beda pendapat. Bagaimanapun juga filosof juga adalah seorang manusia, yang menganggap bahwa kebenaran adalah segalanya.

Setiap manusia memiliki kemampuan untuk berpikir secara filosofis dalam arti bahwa mereka dapat merenungkan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang kehidupan, kebenaran, moralitas, dan eksistensi. Namun, tidak semua orang secara aktif melibatkan diri dalam filsafat atau mengembangkan sistem pemikiran filosofis mereka sendiri. Jadi, sementara semua orang memiliki potensi untuk menjadi filosof dalam arti tertentu, tidak semua orang mengasah kemampuan ini atau mengidentifikasi diri mereka sebagai filosof.

Secara mendasar potensi untuk berpikir secara filosofis mungkin didorong oleh rasa ingin tahu, keinginan untuk memahami dunia dan diri sendiri, serta refleksi atas pengalaman hidup dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari situ. Manusia secara alami cenderung mencari makna dalam kehidupan mereka, dan filsafat merupakan salah satu cara untuk melakukan hal itu. Selain itu, kemampuan untuk mempertanyakan, merenungkan, dan mengeksplorasi ide-ide abstrak adalah bagian dari keunikan intelektual manusia.

Posting Komentar

0 Komentar